Friday, December 25, 2015

Bila kau join PALAPES

Pertama kali dalam hidup. Aku menyaksikan keindahan yang maha hebat.
Habis jalan merah dilalui. Laluan batu kerikil diselusuri. Bukit gunung didaki. Semak lalang diredahi. Hutan hujan didiami.
Awal pagi selepas terbitnya mentari.
Setelah penat meredah hutan belukar, mata aku disapa pemandangan yang tak terkata indahnya. Padang luas hijau terbentang, bersama beberapa serakan warna-warna lain bunga penyeri di sini sana.
Tak dilupa juga citra alam luar biasa indahnya, tatkala terpandang bulan mengambang penuh dengan sinarnya yang silau gemerlapan.
Cantiknyaa...
Sungguh, segala-galanya berbaloi.
And as if that wasn't enough, Allah yang Maha Pemurah turunkan lagi rahmat hujan. Cantik yang tadinya was perfect, is beyonddd perfection now.
And I knew it then; I made the right choice . 




Saturday, December 19, 2015

suicide

what I'm about to read is a response to a quote that I've seen several times on social media. this is the quote. "If I killed myself tonight, the stars would still appear, the sun would still come out, the Earth would still rotate, the seasons would still change... so why not?"

this is a lie.

do not try to tell me that your siblings would not stare at the cracked walls that belong to what used to be your room, curling up trying to fit themselves into the indentions you left on your bed, reaching out and trying to grab hold of the lost edges of your silhouette.

do not try to tell me that your teacher would not try to break the news to your classmates with tears in their eyes as everyone glances at your empty seat, some bursting into tears, others silent, stuck inside a shock so numb that you're frostbite comparable.

do not try to tell me that the students at your lunch table would not sit in silence, wishing and hoping with unreasonable optimism that you were there to fill the silent air with your charismatic  whispers, and light laughter, and perfect smiles.

do not try to tell me that your parents would not find you and fall upon broken knees beside you, pinning the reasons for your death on their chests like name tags, and pour themselves into a mixed drink, two parts sadness, and the other chilled denial.

do not try to tell me that your grandparents would not burst into tears, and have dreams that feel like nightmares of you having grandchildren of your own, a bittersweet coping mechanism to accompany the wishes that they have of outlasting you.

do not try to tell me that your best friend would not throw themselves off of the pillar of your friendship that you built like bricklayers together, only to land on bruised asphalt, blaming themselves for not having the ability to see the signs you kept locked in a toolshed, key thrown, where you thought most would never find it, stuck between your molars in the smile you never gave anymore.

do not try to tell me that I will not have problems going on without you, because I will see the promises of this world in roses dotted with thorns, and in the sound of waterfalls cascading on to soaking ground, and in the fire ants tracing the sidewalk in front of your house, and in your limp hands lying in your casket, and spend all my first star wishes, wanting you here beside me to experience life with me and do stupid stuff with me and make mistakes with me and bake cookies with me and hug me.


do not try to tell me that the stars would still come out and the sun would still rise and the earth would still turn and the seasons would still change and that physicality is inevitable because you are fearfully and wonderfully made psalm 139:14, and you, not the physical you, but the shining, glistening, shimmering personality that you have tried to hide to the point of extinction, is going to get better, and you are going to be alright.

don't try to tell me that you don't matter. 
because I don't want to live in a world where someone as amazingly charming  as you, thinks that the only way out is through a rough and needless execution.


this is a lie.


#cp.

Sunday, November 22, 2015

Pentauliahan PALAPES Universiti Awam Sidang 34

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah, Maha Penyayang. 

   Dah 3 bulan berlalu. Namun tanggal 15 Ogos 2015 masih kekal terpahat dalam ingatan. 
Hari Pentauliahan Pasukan Latihan Pegawai Simpanan (PALAPES) sidang 34. Hari di mana segala peluh dan darah terbayar. Segala jerih payah terbalas. Segala penat lelah terbubar. 
Hari itu air mataku jatuh. Saat Sultan Selangor merasmikan pangkat Leftenan Muda di bahu kami semua, dadaku sebak. Tergambar kembali segala pahit manis suka duka kenangan yang kami lalui dari zaman Junior, Intermediate dan Senior. 



JUNIOR. 
1. Tak terkira berapa kali aku kena ketuk kepala dengan batang kayu pokok sebab jadi Ketua Platun yang clueless. 
2. The best water in the world? = Air sejuk sungai yang diambil direct dari sungai di kawasan hutan Bukit Hijau, setelah penat lelah meredah hutan dan segala macam aktiviti yang telah dibuat. 
3. Jumpa segala macam lintah pacat tapi semuanya tak diendah tak dihirau siap bila pacat naik atas badan boleh terus tarik baling jauh macam tu ja sebab I'm too busy and tired to care. 
4. Setiap kali kelas Palapes kena berlari dari IK sampai ke Dewan Kuliah, pergi dan balik, pagi, tengah hari dan petang. 
5. Oh, yang ney aku tak boleh tinggal. Macam mana perasaan bila kena tinggal dengan THE ONLY driver yang supposed to be with us, pegi dan balik dari Batu Feringghi. lol 





INTERMEDIATE. 
1. Berapa kali dipaksa berendam dalam lopak/parit, yang sebenarnya lepas tu dapat tau tu tempat lembu kerbau berkubang. 
2. Kenangan kena crawl daki bukit berbatu yang agak tinggi jugak lepas tu kena bergolek turun pusing-pusing badan macam dalam cerita Hindustan yang leads dia sakan menari berguling dalam hujan tu. Balik tu satu badan aku hijau biru lebam punya pasal.
3. First time rasa "tak sia-sia masuk Palapes" bila tengok nature lepas hujan yang cantik indah gilos masa pergi tinjau dekat Padang Meha.
4. EnE. First time tidur rumah orang yang tak pernah kenal pown. First time naik lori sawit dan lori tnb, malam-malam tidur surau dan banyak lagi lah yang tak pernah dibuat.
5. Masa ney banyak kena punish dan caci maki, sebab Senior sikit-sikit tak puas hati. Yang bukan rank sibuk report sana sini ada ja benda kecil nak dijadikan isu. 






SENIOR.
1. Kenangan lebih sikit sebab jadi rank. Tiap kali kadet tak kira junior, inter atau senior buat salah sikit, rank dan semua senior mesti kena teruk. 
2. Annual camp yang semua kerja makan dan tidur sepanjang masa. Baik fasa kem, fasa medan sama sahaja. 
3. Skuad aku ney, umpama orang kata; 'don't give a damn'. And I like that about them. Tak pernah nak ambil kisah dan sibuk nak ambil tahu pasal apa yang junior dan inter buat. Tak pernah nak mengharap junior inter hormat sakan kena panggil puan tuan bagai bila kat luar. Tak pernah nak marah lebih-lebih bila junior inter tak buat kerja. Congratulation to us, sebab tak menjadi manusia yang 'over'. 
4. No matter how good we are, we always got picked on. Pegawai Latih tak mengaku Pegawai Latih, kena cop sial oleh Pegawai Latih intermediate... hahahahhahahaha lawak gila. 


Okay enough bout cadet life. 

Sepanjang latihan pentauliahan. 

   Dua minggu latihan kawad, setiap hari dan hanya sehari cuti dalam dua minggu tersebut. Ermm, I could say that I'm a warrior..? We all are. 
Alhamdulillah, sepanjang dua minggu takde langsung wakil USM yang tumbang. Semua steady and cool. Kalau hampir jatuh pown sebab tertidur dalam baris. lol




















  Rasa teringin nak join askar sebenarnya dah ada dalam diri sejak kecil. Tapi aku tak sangka dan tak terpikir yang aku akan betul-betul realisasikannya. Aku suka perbarisan. Aku suka kawad. Dan aku suka outdoor stuffs. Suka nature juga, as in masuk hutan. Jadi pegawai? I don't see it as something so big, something so great of a life's achievement. Masuk Palapes pown sebab kos aku wajib ambil ko.k . Sebab aku tak minat ko.k lain, I thought that Palapes is the only one I could stand. 
  Jadi konklusi aku, satu paku di bahu yang membawa pangkat Leftenan Muda ini sebenarnya adalah something that comes with sacrifices. Something you get when you work hard. Even when you least expect it, something worthy would come if you work hard enough. Life is reciprocating after all.. =]




Saturday, July 4, 2015

Kahfi dan Dajjal

'Kenapa kene bace kahfi hari jumaat ye?'
'Katanya ada kaitan ngan dajjal. Dah guane gitu?'
👳Kalau kita perhati bebetul. Surah kahfi ni ada 4 perceritaan besar dari Allah kepada manusia iaitu:
🕐Kisah Ashabul Kahfi
🕑Kisah 2 Empunya Kebun
🕒Kisah Nabi Musa, Nabi Khidir
🕓Kisah Dzulkarnain
👳Kaitannya dengan dajjal ni, dajjal akan try sesatkan kita dengan godaan ni lah.
DUGAANNYA😰
🕐Dugaan Akidah
🕑Dugaan Kekayaan dan Pengikut
🕒Dugaan Ilmu Pengetahuan
🕓Dugaan Dzulkarnain
👉Kisah Kahfi vs Dugaan Dajjal👈
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
🕐Kisah Ashabul Kahfi dan Dugaan AKIDAH
Dugaan AKIDAH - Dajjal akan cuba menyesatkan kite dengan memaksa manusia supaya mengaku dia tuhan.
💊Survival Kit dari kisah ashabul kahfi :
💉Jangan terpengaruh dengan kesenangan dunia.
💉Kawan yang saleh iaitu mengikut perintah Allah.
💉Jangan mengikut dengan orang yang mengikut hawa nafsu.
(Rujukan al-kahfi, ayat 28)
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
🕑Kisah 2 Empunya Kebun dan Dugaan KEKAYAAN DAN POPULARITI
Dugaan KEKAYAAN DAN POPULARITI - Dajjal akan cuba menyesatkan kite dengan menawarkan kekayaan. Selain itu, dengan kekayaan, akan lebih ramai pengikut dan keluarga yang akan mengikut kita.
💊Survival Kit dari kisah 2 Empunya Kebun :
💉Sedar hakikat kehidupan.
💉Sedar bahawa kekayaan dan populariti di dunia adalah sementara, hidup yang kekal adalah lebih penting.
💉Syukur kepada Allah atas kurniaanNya.
(Rujukan al-kahfi, ayat 45)
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
🕒Kisah Nabi Musa & Nabi Khidir dan Dugaan ILMU PENGETAHUAN
Dugaan ILMU PENGETAHUAN - Dajjal akan cuba menyesatkan kita dengan menawarkan pengetahuan dan teknologi yang canggih. Namun, banyak perkara yang tersirat di sebalik perkara yang tersurat tersebut.
💊Survival Kit dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir :
💉Perlu bersikap humble dan tawaduk atas pengetahuan yang diberikan.
💉Perlu bersikap sabar dalam mencari ilmu pengetahuan.
💉Terdapat banyak perkara tersirat di sebalik yang perkara yang tersurat, oleh itu perlu diselidik dan banyak ilmu pengetahuan yang kita tidak tahu hakikatnya.
(Rujukan al-kahfi, ayat 69)
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
🕓Kisah Dzulkarnain dan Dugaan KUASA
Dugaan KUASA - Dajjal akan cuba menyesatkan kite dengan kuasa yang dimiliki di dunia ini.
💊Survival Kit dari kisah Dzulkarnain :
💉Perlu bersikap ikhlas dalam mendapat kuasa.
💉Tidak boleh bersikap gila kuasa dan angkuh.
💉Sentiasa membantu orang susah sekiranya berkuasa.
💉Sekiranya dapat suatu kuasa, perlu integrasikan pengetahuan dan kekuatan, membantu orang susah dan meluaskan kebaikan.
💉Sebagai contoh: Dzulkarnain membantu segolongan kaum yang kesusahan untuk membina tembok di antara dua gunung untuk menghalang Ya'juj dan Ma'juj membuat kerosakan.
💉Jangan sekutu Allah dan buat amal soleh.
(Rujukan al-kahfi, ayat 110)
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
👳Kesimpulan :
Bila baca surah al-kahfi, take notes on these survival kits yang dah disenaraikan.
👳Jangan terpengaruh dengan kesenangan dunia. Kawan yang saleh iaitu mengikut perintah Allah.
👳Jangan mengikut dengan orang yang mengikut hawa nafsu. Sedar hakikat kehidupan.
Sedar bahawa kekayaan dan populariti di dunia adalah sementara, hidup yang kekal adalah lebih penting syukur kepada Allah atas kurniaanNya.
👳Perlu bersikap humble dan tawaduk atas pengetahuan yang diberikan. Perlu bersabar dalam mencari ilmu pengetahuan.
👳Terdapat banyak perkara tersirat di sebalik yang perkara yang tersurat, oleh itu perlu diselidik dan banyak ilmu pengetahuan yang kita tidak tahu hakikatnya.
👳Perlu bersikap ikhlas dalam mendapat kuasa. Tidak boleh bersikap gila kuasa dan angkuh.
Sentiasa membantu orang susah sekiranya berkuasa.
👳Sekiranya dapat suatu kuasa, perlu integrasikan pengetahuan dan kekuatan, membantu orang susah dan meluaskan kebaikan.
👳Sebagai contoh: Dzulkarnain membantu segolongan kaum yang kesusahan untuk membina dua gunung untuk menghalang Ya'juj dan Ma'juj membuat kerosakan.
Jangan sekutu Allah dan buat amal soleh.
Sumber: Nazrah Abdul Aziz  

Thursday, June 25, 2015

As a TESOLIAN

Assalamualaikum wbt.
Tanggal 8 Ramadhan 1436H. Subuh yang hening. Alhamdulillah atas segala nikmat kehidupan. 




Namun pagi aku dicemari dengan berita yang kurang enak untuk dihadam. 



Mungkin ada yang akan pikir; "Alah, kau ney yang sensitif sangat. Chill sudah." "Tak payah nak buat teruk la. Dah memang itu kenyataan kan." 

Well, you guys are wrong. TIGA tahun aku jadi budak universiti. Selama TIGA tahun jugak aku tadah telinga tahan jer dengar budak kos lain cakap pasal benda ney sambil tampal senyum plastik 10 juta megawatt. 

No, you are wrong. Budak TESOL bukan setiap hari kerja karang esei berkajang-kajang. Bukan setiap hari kerja hafal new word new vocabulary. Bukan setiap hari kena baca novel BI sepanjang masa. We are taught to teach, for God's sake. If you have no idea how tough that sound, I welcome you to come and join us. 




Nak tahu sangat kan, budak TESOL USM belajar apa. Selama ney dowk nampak kami happy ja sikit-sikit upload gambar makan berjemaah. Sikit-sikit gambar berjalan. Sikit-sikit gambar holiday. Sikit-sikit gambar yang nampak sangat semua happy takda masalah. 
Well, kami belajar pasal phonology, pasal syntax, pasal tree diagram, pasal morphology, pasal formation of words, pasal how HUMAN first acquire language, pasal world englishes. Haa part ney nak kena ambil tahu pasal SEMUA language dalam dunia, SEMUA culture SEMUA history SEMUA social background that affect language, that affect dialect. Kami study pasal literature AROUND THE WORLD, pasal action research, yang mana disebabkan kami kos TESOL, lecturer insist  yang kami buat mini conference equivalent to the Masters level, nak kena hadap berpuluh English journal untuk siapkan satu research. Kami study teknik-teknik mengajar BI dengan berkesan. Dalam satu subjek, nak kena terapkan reading skill, writing, listening and speaking skills. Setiap satu skil memerlukan cara pengajaran yang berbeza. Kami study pasal various techniques and methods just to teach English. Kami dipaksa berlakon depan public, depan stesen bas. Nak tak nak tahanlah, pendamlah, buanglah malu, segan tu jauh-jauh. Bukan setakat berlakon biasa-biasa, nak kena berlakon jadi binatang, dengan kostum yang macam-macam. 
Ini baru pasal major. 

Now, move on to our minor course. 
Semua Tesolian WAJIB ambil minor multimedia. Kami tak diberi pilihan. Suka atau tidak, mahu atau enggan, kau hadaplah laptop tu. Korang yang kos lain ney sekurang-kurangnya kau study pasal benda yang kau minat jugak. Tapi Tesolian, we don't have a choice. Nak tak nak, kau kena create a web, create a multimedia presentation, a flash and 3d video animation. Nak kena build an education website, nak kena berlakon, mengarah, mengedit video. Nak kena tahu photoshop, nak kena tahu edit audio file, nak kena belajar pasal Adobe After Effect, Adobe Premier, Adobe Dreamweaver, Adobe Illustrator dan segala jenis mak nenek Adobe tu. Nak kena ambil tahu pasal HTML code, yang orang guna nak buat website tu. 
Kau faham tak perasaan bila nak kena buat benda yang kau tak suka, yang kau tak reti, yang kau tak faham tu azab dia macam mana?? 

Just because we handle everything leisurely, and positively, doesn't mean we don't suffer as much. 

The truth is; aku dan kau, tiada beza. Kau rasa susah bahagian kau. Aku juga rasa susah bahagian aku. Aku juga pernah tak tidur kerana assignment. Aku yakin kau juga sama. Aku redho dengan rezeki, dengan bahagian aku. Kenapa kau tak nak rasa redho dengan bahagian, dengan rezeki kau? Kau yang pilih jalan hidup kau, sekarang bila diuji sikit, kau salahkan orang lain. Sedangkan kau yang kurang usaha. 
Jangan jadi bongkak. Angkuh diri kau tak membawa ke mana. Setiap orang dianugerahkan dengan kepakaran yang berbeza. Kalau semua nak mengajar sains, semua nak mengajar sastera sejarah, siapa nak mengajar anak-anak membaca dan faham buku rujukan yang semuanya dalam bahasa Inggeris? Siapa nak mengajar mendidik anak-anak kau yang kemungkinan OKU? 
You think you can survive if you were in our shoes? Heh, dream on. 


Respect people, by how much you wished to be respected. 


Best Regards,
cheers.....

Thursday, June 18, 2015

ASKAR & AWAM


. . . 
Sekarang masa aman, kau tak rasa keberadaan tentera. Saban hari kau gundah, apa fungsinya mereka. Apa fungsinya elaun kepada kadet tentera. Apa saja kelebihan yang mereka ada. 
"Bukan buat apa pown. Makan free, baju free, hostel free. Buang duit." 
Tapi, baju celoreng askar pown kau suka nak sarung. Tshirt, skirt, legging, pelbagai fesyen semua kau bedal. 
Kau ego. Kau angkuh. Kau pandang orang sebelah mata. 
Aku anak askar. Aku terima bila janji untuk keluar jalan-jalan bersuka-ria terpaksa dimungkiri. Bila cuti sekolah aku hanya dihabiskan di rumah tanpa bercuti dimana-mana destinasi. Bila ayah tak balik kerana kursus sampai berbulan-bulan, tinggal anak bini. Bila balik, tapi dengan luka melepuh berdarah sana-sini. Dan bila negara diancam, aku harus bersedia untuk ditinggalkan, kerana ayah aku mungkin mati. 
Kau kata askar tak buat kerja. Apa kerja kau sendiri sudah betul-betul kau lunasi?? 
Perkara ney takkan jadi isu, andai semua manusia hanya bercakap dalam konteks kepakaran sendiri.
"Kau buat kerja kau. Aku buat kerja aku." 
Kerana kau dan aku, kita berbeza misi dan identiti. 



Sumber: fb 'Zahrin Nordin'

LUAHAN HATI PERAJURIT.
ORG AWAM.
Kami bekerja waktu pejabat.jika rajin buat overtime.gaji kami besar.cuma perlu beri komitmen terbaik.kami sentiasa bersama keluarga.hari perayaan kami sentiasa ada.

TENTERA.
Kami bekerja 24 jam sehari.kalau malas baru kami dapat lelap ayam.gaji kami kecil xsetanding sijil n masa perkhidmatan.waktu perayaan jika ada belas kasihan dari pegawai atasan.tapi kami kena bagi komitmen terbaik,kena korbankan mentaliti kami,korbankan nyawa kami,korbankan kasih sayang kami.sentiasa tiada masa bersama keluarga terutama ketika bertugas.badan kami utk negara,makanan kami alakadar,perut kami buncit bila usia meningkat kerana kehilangan banyak hormon akibat lasak.pakaian kami x perlukan jenama.APA YANG KAMI (Tentera) DAPAT!KAMI GEMBIRA DAPAT LIHAT NEGARA KAMI AMAN.mm,betul ke aman?aman bagi rakyat.tapi bagi kami,kami sentiasa berperang.mental kami sentiasa diuji.

ORG AWAM.
Belahlah askar....penceroboh masuk senang jer,askar buat apa?

TENTERA.
Kami tiada belas.ikotkan jiwa kami cincang penceroboh negara.tapi kami penuh disiplin.strategi kami demi rakyat yg x berdosa.bukan semua pertahanan kami dibenarkan.

ORG AWAM.
Alahhhh..polis kita dah mati.askar jalankanlah tugas.

TENTERA.
Malaysia negara diplomatik.Malaysia sering gunakan perbincangan sebagai langkah utama.memang polis dah ada yang mati.tapi kalau tentera masuk campur.peperangn akan berlaku.bukan sahaja polis, malah org awam turut akn terkorban.

ORG AWAM.
Sudahlah.kerajaan lembab.tentera malas,kami rakyat ketakutan.

TENTERA.
Inilah penghargaan yang kami terima dari rakyat setelah korbankan keluarga kami,mental kami,hidup kami dan harta kami utk negara.tapi kami tetap setia kepada negara.nantikan arahan dan kami akan bertindak. tindakan kami ada strategi.polis pon hebat cuma mereka x dberi kuasa oleh undang2.rakyat bersuara,kami terima,arahan diberi,kami mara.kerana Malaysia, kita yang punya.

Saturday, June 13, 2015

between life and death. - a continuation

read this first, please. 
and this one, after the above. 


14 APRIL 2015.

Hari first aku ambil darah untuk ujian HIV. Aku missed kelas pagi tu sebab nak pergi ambil darah. Pukul 7.30 pagi aku dah keluar nak pergi klinik. Takut ramai orang. Sampai-sampai sana, MasyaAllah memang ramai gila manusia. Yang aku nampak, semua orang tua. Takda langsung orang muda baya aku dan kebawah yang nak ambil darah masa tu. Blur jugak aku kenapa ramai orang tua datang ambil darah. Diorang nak check apa? Dari lebih kurang pukul 8 pagi, jam 11 baru sampai turn aku. Menguji kesabaran sungguh. Ada la sorang pakcik ney tegur aku; "muda-muda lagi dah ambil darah..?" Aku senyum ja. 'Nak buat macam mana pakcik..' 

Darah yang diambil kali ney, diorang nak buat ujian ELISA, which stands for Enzyme-linked Immunosorbent Assay. This test is usually the first one used to detect infection with HIV. If antibodies to HIV are present (positive), the test is usually repeated to confirm the diagnosis. If ELISA is negative, other tests are not usually needed. 

I was supposed to hear the result of that blood taking on 24th April. Hari tu aku ada Micro Teaching subjek English Language Teaching Method. Kalut jugak la nak kejar ke sana sini. 
sampai-sampai sana, boleh pulak  nurse tu bagitaw aku yang aku kena ambil darah lain. Sebab dia request untuk buat semua jenis tests available, untuk tahu dan betul-betul confirm. Tapi orang kat sana tu, diorang cuma buat ujian ELISA. 
Dan doktor yang sepatutnya bagitahu aku pasal result darah tu pown tiada masa tu. So hari tu aku pulang dengan hati yang kosong. 

Then, pada 28 April, aku datang bertandang kembali ke klinik tu. Ambil darah untuk kali yang kedua. 




21 Mei 2015. 

At last, hari penentuannya tiba jugak. Disebabkan kereta aku tiada masa tu, aku terpaksa minta tolong roomate aku untuk hantar aku pergi klinik. Kalau la my dad tak kena nak guna kereta masa tu, nobody would ever heard of this. She kept asking me kenapa kenapa kenapa. (Sat, mintak sabaq sat wahai roomate.) Tapi takdelah aku cerita kat dia sebelum apa-apa kan. 


Aku nangis teruk malam sebelum tu. I have no idea whether my roomate perasan atau tidak. But I couldn't hold it in anymore. Aku tak suka nak nangis. Sebab sekali aku nangis - teruk. I mean really really teruk. Sebab I wouldn't just cry for one reason. At first yes, I'd cry for something - one reason that triggered the tears. And after that everything would start flooding. All the bad memories. All the disappointments I kept caged came freeing themselves. To stop? Sangat, sangat, sangat susah. 

Sepanjang tempoh ini, start dari pertama kali I received that news, hati dan mental aku sakan berdebat antara dua pendirian. 
You know that feeling di mana kau rasa yang dunia ini sangat tidak adil? Well, dunia dengan undang-undang ciptaan manusia memang, tak adil. Tapi hukum Tuhan? Kau tahu they are there for the best. Dari kecil kau belajar yang Tuhan itu Maha Penyayang, Maha Pengasih. Kau yakin yang Dia itu Maha Adil. Kau yakin dan percaya, "Allah adalah sebagaimana sangkaan hamba-Nya". Dan kau pasti, ada hikmah di sebalik setiap peristiwa kejadian yang dijadikan-Nya. 
However I.., may Allah forgive me., 
Aku ragui keadilan Dia. Sekiranya aku disahkan positif dengan benda itu esok, I even think to ask for His justification on the Judgement Day. 'Kerana penyakit ini bukan penyakit biasa-biasa. Bukan penyakit yang tiada siapa kisah apa saja terjadi pada sesiapa. Penyakit ini, ia melibatkan maruah. Melibatkan kepercayaan. Melibatkan keteguhan iman. Melibatkan ketaatan dalam beragama. Bukan aku seorang yang akan sengsara. Keluarga aku akan terpalit noda. Orang sekeliling aku akan turut buruk nama. Kawan-kawan aku akan turut rasa terhina. Tuhan, I did nothing to deserve this. Anything else would be acceptable. But not this. Totally not this. Selama hidup aku cuba elak untuk bersentuhan dengan yang lain jantina. Tapi inikah balasannya? Tidak adil. Sangat tidak adil.'  
Namun, siapa kau untuk argue dengan Tuhan?? 

Akal waras aku mempertahankan hebatnya Kuasa Dia.' "Maka apabila Dia mengatakan 'jadi', maka jadilah segalanya". Sentiasa ada hikmah akan setiap apa yang berlaku pada manusia. Sayangnya Dia pada kita, tak siapa mampu lawan. Andai bersabar dengan dugaan, maka syurga, insyaAllah jadi habuan. Mungkin aku tidak mampu untuk menjadi seorang isteri, ibu, dan juga guru. Maka Dia tebarkan halangan.' 
Tapi bila memikirkan diri ini akan terpalit fitnah yang maha besar, maha dahsyat, aku kembali mempersoalkan kewajaran hukuman. Kerana Dia Maha Adil. Kenapa ini balasan aku? Kenapa?? 

Di sebalik itu, dalam diam aku sebenarnya yakin, ini hanya sebuah teguran. Kerana dosa dan noda yang aku buat sekian lama. Kerana Dia Maha Adil, Dia takkan sanggup menurunkan hukuman sebegini rupa. Kerana Dia Maha Adil, Dia takkan biarkan aku dipandang serong kerana perbuatan yang tidak aku lakukan. Alhamdulillah, keyakinan aku pada Dia, masih pada tahap yang maksima. 

Esoknya, aku terima keputusan. Nervous ada. Takut pown ada. Whatever it is, always be prepared for the worst. Itu mantera aku selama aku hidup. Supaya kau tak kecewa, kau tak derita, dan kau bersedia. 

Masuk bilik doktor, doktor senyum. "Jangan risau. Result awak good news." 

The rest is history... 


Wednesday, June 10, 2015

10 APRIL 2015. continuation


I was asked to go to the Klinik Kesihatan Kerajaan. Dekat Sungai Dua. Dekat situ memang tempat yang ada buat HIV test. Selalu orang yang nak kahwin akan buat ujian dekat situ. Mulanya aku kena pergi Pusat Sejahtera dulu, diorang yang akan hantar aku. So hari tu pukul 9.30 pagi aku pergi Pusat Sejahtera, jumpa Puan Azima, dia bagi surat untuk aku sampaikan dekat Dr. Khamariah yang bertugas dekat Klinik Kesihatan tu. Jumpa ja Puan Azima tu, dia peluk aku. Dia kata muka aku ceria hari ney. Haha, ceria ker? Aku rasa aku memang pasrah gila dah. Memang aku tak pikir apa pown awal-awal tu. Memang sengaja tak nak pikir pown. But the moment she held me, dada aku tetiba jadi sebak. Air mula memenuhi empangan kolam mata. Nasib baik tak lama dia peluk aku. So air mata aku sempat tahan bagi masuk balik. huhuu

On the way to the klinik, abang nurse yang jadi peneman pak cik driver tu tanya aku; "Adik sakit apa ah?" Aku hanya mampu jawab; "Tak tau lah... doktor suruh pergi klinik, saya ikut jer cakap doktor." Memang tak ah aku nak jujur terus terang dalam tu kan. Sepanjang jalan aku memang diam jer. Sebenarnya tengah tahan nak nangis gila-gila. Tak, aku tak boleh pikir. Aku tak boleh bayang. Aku tak boleh ada rasa apa pown. Sebab bila aku teringat automatik aku rasa nak nangis. And sepanjang hidup aku, nangis depan orang is something I really want to avoid. 

Long story short, aku dah sampai klinik dan sekarang aku tengah dalam bilik Dr. Khamariah tu. Alhamdulillah dia sangat cool dan lepak. Dan baik sangat.. Dia tanya aku, ada buat apa-apa aktiviti berisiko tak. Yang mungkin boleh jadi penyebab virus tu. Virus HIV boleh ada dalam badan kau HANYA dengan EMPAT cara: 

1. Hubungan seks. Dengan orang yang positif HIV.
2. Dari ibu kepada anak/kandungan. 
3. Pemindahan darah. 
4. Berkongsi jarum suntik. (mostly applies to drug addicts) 

Demi Allah aku tak pernah ada kaitan dengan segala benda yang disebut kat atas tu. Aku dah tanya mak aku kalau-kalau masa kecil aku pernah sakit dan pernah terima darah orang. Mama cakap tak pernah, dia jaga aku baik ja., aku ja yang bila dah besar tak reti nak jaga diri sendiri. huhu.. Pasal jarum pulak, badan aku hanya pernah dicucuk oleh jarum doktor semata-mata. Tak pernah lagi aku hilang iman nak cucuk jarum sendiri-sendiri. Melainkan jarum jahit lah. Itu selalu. Huuu... Hubungan seks? Haihh Nauzubillah.., Aku takut pikir pasal kawen pown sebab benda tu lah. Takut. Sakit. Aku tak suka badan aku disakiti. Err...
So konklusinya Dr narrate dekat kad pesakit aku tu: "Denies all risk behaviors". She asked me a few times though whether I have a boyfriend or not, married or not. lulz.. 


Sepatutnya aku kena ambil ujian darah hari ney jugak. For confirmation test. Tapi tak jadi sebab Dr. Khamariah cakap yang ujian tu kena ambil darah sebelum jam 9 pagi. Aku dah lewat so hari ney aku buat ujian 'Rapid HIV Test' jer. Dah nama pown 'rapid' kan, result dia pown cepat la dapat. Tunggu 30 minit jer dah boleh tengok result. Doktor cakap ujian ney 99% accurate. But we'll never know. Aku still kena buat lagi dua, tiga ujian, for confirmation. 

The result of that Rapid Test? 

Alhamdulillah, all thanks and praises to Allah. I'm NEGATIVE! Dekat kertas tu dia tulis lebih kurang macam ney la: 

                                  Anti-HIV virus:      NON-REACTIVE     /     REACTIVE 

Tak sempat nak ambil gambar. Ye lah, masa tu mana kau nak pikir apa pown kan. Doktor tak bagi kat aku result tu. Dia buat garis-garis atas word REACTIVE tu and dia buat bulat besar dekat word NON-REACTIVE. Mulanya aku cuak jugak. Antara happy and upset. Sebab word 'ANTI' kat depan tu. You know, 'anti' could mean something yang totally different from the word we see. It could mean the opposites!

gambar ney aq gugel. nak bagitaw lebih kurang mcm ney la result dia

for further information

Jumpa doktor balik, dia tanya aku: "Boleh baca kan?" Haha.. So aku tanya dia untuk confirmation, apa maksud 'anti' kat depan tu. Dia cakap it stands for 'antibody'. Huh, aku memang lega gila rasa. 
Terima kasih ya Allah. Terima kasih doktor. Terima kasih mama abah yang pagi sebelum nak pergi klinik tu aku berharap sangat agar mama dan abah doakan aku selamat. Padahal aku tak call dorang pown. Sixthsense, ahhaaa.. 

Untuk yang tak tahu, kenapa result dia macam tu, kenapa bukan positive negative. Sebab rapid test ney hanya ujian untuk tahu samada dalam badan kau ada antibodi HIV atau tidak. 
Sequence dia macam ney: 
Saat virus tu masuk dalam badan kau, melalui salah satu cara yang aku stated kat atas tu, badan kau akan produce antibody, untuk melawan virus tu. Kalau kau takde virus tu, kau takkan ada antibodi tu. So ujian ney dia tengok sama ada antibodi untuk melawan virus tu ada atau tidak dalam badan kau. Whether they are active or not. Kalau active, besar kemungkinan kau dah dijangkiti HIV. Kalau tak alhamdulillah lah, kau masih sihat walafiat. Which in my case, is the later.  Alhamdulillah. 

I still need to undergo a few tests., just for confirmation. Doakan aku selamat eh.. huuuu... 


Tuesday, June 9, 2015

tauliah? : you're NOT gonna make it.

8 APRIL 2015. 

I received a shocking news. 
I was in the class. Kelas Dr. Rita, World Englishes. Dalam lebih kurang setengah jam kelas start, aku dah mula mengantuk. So I took out my phone. Ada satu missedcall, office number. And dua mesej, personal number. The message stated that she's from Pusat Sejahtera, Puan Azima. And that I needed to contact her back, ASAP. And, URGENT. 

So I did. I contacted her on the spot. She said I needed an appointment with the doctor, Dr. Normala. So she set it up easily for me. I would go to Pusat Sejahtera and meet up with Dr. Normala at 3.15 pm on that day. At first I told her that I have class at 3 pm that day. So she said I could meet the Dr. at 2.30 pm. "It won't be long," she said. But thank God, my class was at 2 pm actually. I had forgotten that. So instead I met her at 3.15 pm that day. 
For God's sake, I had a presentation that day! On Nigerian English. Alhamdulillah, all is well, after the presentation, I went straight to Pusat Sejahtera. 

As soon as I reached there, everything was set up already. They had my name registered, and I just needed to see the Dr. I was kind of surprised actually. Like, they've been waiting for me all along. "That,is not good a sign", was my thought. Still, I went in courageously, dissing all the bad thoughts. 

Dr. Normala began explaining things. I did a medical check up before, for the sake of Pentauliahan Palapes. She kept saying about all these blood related things, Hep A, B and even C.. yada yada~~ and that I have none of those. I kind of getting a bit irritated, why does she keep saying about unnecessary things?? I thought, if I had none of the above, then what? What is she's trying to say??

And at last the bomb was dropped on me. During the 'saringan' phase of the blood, OF MY blood, they found a reaction of HIV virus. She said that my blood has some reaction that indicates that I have that thing IN me. Okay, this thing I googled later when we were done. The only thing I managed to understand at that period of time, was that I might have HIV. Yeah, only might. But Allah knows how it affect people. DREADLY. 

Still, I was calm. I was expecting something. But not this. CLEARLY not this. My line of family generation have had a few people with positive breast cancer. So I thought maybe I had the luck. Yeah, luck. (Allahuakbar..) 
However, the next thing Dr said shocked me to a new level. If I am diagnosed positive with this thing, then I would need to drop from Palapes. She said they wouldn't accept me. They won't acccept anyone with this thing. At first I was calm. I am calm. But at the thought that I would need to drop from Palapes, my world came crashing on me. I got dumbfounded. That news engulfed me more than anything. Believe me when I tell you more than anything, that including the fact that I might have been diagnosed positive with that thing., which for now, not yet confirmed. 

After all I've been through, I need to stop? After all the sunburnt and all those scars, I need to stop? After all those humiliation, those sneers and all those bad talks, I need to stop? After all those innocentness I sacrificed, I need to stop? After all those harassments, I need to stop? And after that countless NO abah and mama said, of which I defy, I need to stop?? You tell me what would you feel.? 
It's not gonna be long already. I am getting there. Only a few more days trainings left, I'm getting there. It's the only thing I've ever wanted ever since I was a kid. But you are telling me I'm not gonna make it? Ya Allah, I plead for Your Mercy. For Your Generosity. Please, please and please.. 


To be honest, I kind of asking for it actually. When I was a kid, a teenager, I had a thought. That maybe, if I had a serious illness, maybe that would be better for me. Maybe I would do my sollah better, my puasa much better. That I would be a good 'hamba' to Him. A much better person entirely. Or so I wished. 
If I have one thing to advice; it's that you should NOT ask for something bad from Allah. Yes, hanya Dia yang tahu hikmah di sebalik segala benda. Still, you should not. You should only ask for good things. For you and for everyone else. 


- May Allah bless. me and you - 

Thursday, May 28, 2015

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??"

apabila Dia menghukum dengan menjatuhkan bom atom yang maha besar.

you have to give up on your dream. yang tinggal baki hanya 4 bulan masa untuk dihabiskan. you have to give up work. that you've been preparing for almost 4 years. yang mungkin jadi bekalan periuk nasi selama hidup. you have to give up relationship. where you could be honest and free. you have to give up marriage. yang mungkin jadi sumber kekuatan tika lelah. you have to give up on children. yang menjadi impian sejak sedar diri ini perempuan.

you have to give up life.
no. I HAVE.

akal pura-pura menerima konon redha. sesungguhnya ujian itu tanda sayangnya Dia. tapi hati meronta mempersoal mana adilnya Dia. kerana ujian ini, tidak selayaknya aku terima. anything else would be acceptable. but totally not this.

to the point, death would be favorable. tapi sedar dosa menggunung tinggi jangan harap nak jejak syurga. and my motivation to live was only sebab ajal belum tiba.
dua bulan memendam segala rasa. Tuhan, berapa lama lagi harus aku sengsara?

turns out it's just a tease. semata-mata teguran buat diri yang sering alpa. kepada hati dan minda yang saban waktu lupa akan kehadiran teman kiri dan kanan pencatit segala. kepada mulut yang makin berani berkata yang sia-sia. kepada mata yang segan menangis mengenang dosa.

apakah masih kau ragu, akan kasihnya Dia??
dan benarlah, aku masih terlalu cintakan dunia.

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??"

Wednesday, May 20, 2015

Empty Fears

I was afraid
while you tried
I was living in denial
when you hold on to hope
I say love is fate
if we meet when we meet
you say 'us' is love
and we make our own fate.

I was stupid.
Still am.




f.a

Tuesday, April 21, 2015

monster in my head

It's a good day.
till someone came and took it all away.
now your mind wanders.
to the past, to the memories.
your eyes started to dwell, with water forming a pond.
your voice started to crack.
you chocked on your tears.
you blocked on your nose.
mind's screaming loud.
heart yearning love.
sounds pleaded to be released.
voices struggled to get freed.
you swallowed it all.
ignore the temptation.

"they won't care.
they won't see.
they won't mind.
they will hate."
are what the monster said.
and you believed .

lying on the cold hard floor.
maybe it will help keep warm.
thinking
just until when should I survive?



f.a 

PDK DOHSA HOU, PULAU PINANG

Bismillahirrahman, arrahim.. 

The thing I'm gonna share is actually happened last year, during my second year in USM. We needed to go to pusat kebajikan, tak kiralah pusat kebajikan untuk kanak-kanak ataupun orang tua. So our group, we dicided to go to this one place, in Nibong Tebal. The place is named as PDK DOHSA HOU, PULAU PINANG. 


So as you can see, PDK actually stands for Pemulihan Dalam Komuniti. And "Dohsa-Hou" is actually like a method, used to rehabilitate people with cerebral palsy condition. 

"Dohsa-Hou adalah dari perkataan Jepun yang bermaksud pergerakan yang tidak menggunakan alat. (dulu dikenali Motor Action Training)"

Kalau tak salah aku ada jer kanak-kanak yang bukan cerebral palsy punya patient. But most of them have that kind of condition la. Condition di mana kau ada cukup sempurna semua anggota badan, tapi kau tak berupaya untuk menggerakkan anggota badan kau. 

A little insight on what cerebral palsy is about is that it is a congenital disorder of movement, muscle tone, or posture. Cerebral palsy is due to abnormal brain development, often before birth. Symptoms include exaggerated reflexes, floppy or rigid limbs, and involuntary motions. These appear by early childhood. 


So from there, you could guess lah kan, budak-budak yang ada dekat sini semua kebanyakannya tak boleh bergerak. Most of the time, diorang kena didukung ataupun, pakai stroller. They would drool, expected lah kan sebab their motor neurone is like, 'disturbed'. They could not control it. 



The one yang aku dukung tu for instance, serius aku cakap, seluruh badan dia memang lembik sungguh. Kaki dia memang tak boleh guna untuk berdiri, berjalan berlari apatah lagi. Kesian kan. Dari awal atas tangan aku sampai aku letak balik, kepala dia lentok jer kat bahu aku.  

ney masa awal-awal kitorang sampai







Budak dalam gambar kat atas ney, masyaAllah sangatlah hyper. Kerja dia berlari jer. Dan bercakap. Haha.. Jenuh nak melayan. Dua orang yang berdiri kat belakang dalam gambar first tu cikgu dia. Merangkap penjaga la. Diorang cakap budak ney tak boleh makan gula. Pelik pulak bunyi dia, haha.. Orang yang hyper tak boleh makan glucose sebenarnya. Sebab glucose akan bagi diorang tenaga lebih. Yes, diorang memang hyper naturally, tapi mesti dikawal sebab too much could be damaging.   






Okay this boy is cute! Would be a handsome lad I tell you. Dia ney lumpuh bahagian bawah badan. Nak kena dukung sentiasa. Pemalu jugak dia ney sebenarnya. Haha..



Antara aktiviti kitorang kat sana ialah di samping melihat, menjaga dan bermain dengan budak-budak kat situ, kitorang sebenarnya kena decorate the place. So, here are the process and the results.. heheh














Paintings tapak tangan tu were from all of us; Tesolians, the teachers and also the students.. haihh, rindu lah pulak. 

Masa kat sana jugak, kitorang ajar dan ajak budak-budak tu buat sandwich. Pastu makan ramai-ramai. Sedapnyaaa.... 













Haa, sekarang aktiviti pown dah habis, budak-budak semua dah balik. 
It's been a great day! 




You know what, gaji kerja kat tempat macam ney obviously won't be much. Yelah, this is more like volunteer work kan. Dan Malaysia is too far to be called a caring country. For Malaysia to provide well for these people and those people that help them., hadoi jauh lagi perjalanan hoii.. 

Tapi there are that fulfilling feeling bila aku buat kerja-kerja macam ney. Like, I was born for this. Haha.. 
But seriously, this is my dream job. Not as my permanent job. I mean, I would like to visit these places during weekend and during my free time. To help them, and to help myself too. To be a better person. To see things from other perspectives. And most importantly, to remind myself that I'm actually far more fortunate than these unfortunate people. They might be unfortunate here in this world, but Allah knows how well they would be paid later in jannah. If only they knew. 

May Allah bless. =)