Thursday, May 28, 2015

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??"

apabila Dia menghukum dengan menjatuhkan bom atom yang maha besar.

you have to give up on your dream. yang tinggal baki hanya 4 bulan masa untuk dihabiskan. you have to give up work. that you've been preparing for almost 4 years. yang mungkin jadi bekalan periuk nasi selama hidup. you have to give up relationship. where you could be honest and free. you have to give up marriage. yang mungkin jadi sumber kekuatan tika lelah. you have to give up on children. yang menjadi impian sejak sedar diri ini perempuan.

you have to give up life.
no. I HAVE.

akal pura-pura menerima konon redha. sesungguhnya ujian itu tanda sayangnya Dia. tapi hati meronta mempersoal mana adilnya Dia. kerana ujian ini, tidak selayaknya aku terima. anything else would be acceptable. but totally not this.

to the point, death would be favorable. tapi sedar dosa menggunung tinggi jangan harap nak jejak syurga. and my motivation to live was only sebab ajal belum tiba.
dua bulan memendam segala rasa. Tuhan, berapa lama lagi harus aku sengsara?

turns out it's just a tease. semata-mata teguran buat diri yang sering alpa. kepada hati dan minda yang saban waktu lupa akan kehadiran teman kiri dan kanan pencatit segala. kepada mulut yang makin berani berkata yang sia-sia. kepada mata yang segan menangis mengenang dosa.

apakah masih kau ragu, akan kasihnya Dia??
dan benarlah, aku masih terlalu cintakan dunia.

"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan??"

Wednesday, May 20, 2015

Empty Fears

I was afraid
while you tried
I was living in denial
when you hold on to hope
I say love is fate
if we meet when we meet
you say 'us' is love
and we make our own fate.

I was stupid.
Still am.




f.a